Noerhayati

Guru MAN 1 Model Bukittinggi, Mapel Bahasa Indonesia. Motto "Pantang Mundur Sebelum Menang" ...

Selengkapnya

Gegara Kunci

Hari ini adalah senin terakhir bagi kelas XII menjadi peserta upacara. Karena selanjutnya mereka akan dihadapkan pada beberapa runtutan ujian sampai terakhir nanti ditutup dengan UN.

Paginya aku dah selesai berkemas-kemas. Mulai dari mandi, menyiapkan minum pagi utk si doi dan mempersiapkan tas kerja dan laptop yang akan aku bawa ke sekolah.

Jam di pergelangan tanganku menunjukkan pukul 06.55. Masih ada sekitar sepuluh enit lagi waktu yang tersisa sebelum berangkat ke sekolah. Karena masih ada sepuluh menit lagi, aku melihat magic isinya telah kosong. Untuk itu, aku memasak nasi dulu untuk makan siang.

Selesai mengisi msgic dengan beras serta air sesuai taarannya, aku pamit kepada suami untuk pergi bekerja. Tak lupa aku cium tangan terlebih dahulu. Karema memang sudah semacam ritualku sebelum berangkat kerja. Jika terlupa akan ada sesuatu yang kirang rasanya.

Selesai pamit aku ambil tas dan laptop. Aku menuju pintu luar sambil memakai sepatu yang ada di ruang tamu. Selesai memasang sepatu, aku memegang handle pintu untuk membuka pintu. Dari sini timbul kepanikan. Pintu terkunci, karena anakku yang duluan berangkat kerja mengunci pintu dari luar' sementara kunci yang aku punya tertinggal di dalam mobil.

"Bang E, pintu di kunci Rozi dari luar, waduhhhh aku dah terlambat", sorakku dengan suara lanyang.

"Bagaimana cara?" Siamiku kembali bertanya.

Seketika suasana panik. Aku dan suamiku menuju ke pintu belakang. Berharap aku bisa keuar dari belakang. Ternyata setelah dilihat-lihat tak ada celah untuk bisa keluar. Aku semakin panik. Jam di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 07.10.

Aku berinisiatif berdiri di atas kaleng yang tergeletak di belakang. Aku pencet remot utk membuka mobil. "Tiiit" pertanda mobil pintu mobil sudah bisa di buka. Aku panggil siswa yang lewat, namun ia gak mendengar. Kemudian tampak Elsa anak tetanggaku keluar dari rumahnya.

"Elsaaa, tolong ibuk ambilin kunci dalam mobil, ibuk terkunci dari luar" pintaku dengan suara agak keras.

"Ya, Bu..."

Kemudian Elsa membuka pintu dan mengambil kunci rumahku yang tertjnggal di dalam mobil. Setelah kunci diserahkan Elsa ke tanganku baru aku lega. Aku bergegas ke pintu depan untuk membuka pintu. Karena aku sudah hampir telat datang ke sekolah. Aku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 07.12 wib.

Untung saja jarak antara rumah dengan sekolah tak begitu jauh. Sehingga aku tak butuh waktu lama untuk sampai di sekolah. Aku percepat langkahku berjalan. Aku separoh berlari mengejar waktu. Karena batas waktu untuk finger datang di sekolah adalah 07.15. Berarti sekitar tiga menit lagi waktu tersisa untuk mengambil absen.

Alhamdulillah, sampai di sekolah jam baru menjnjukkan pukul 07.14. Artinya aku belum terlambat. Setelah selesai finger baru aku lega. Gegara kunciii☺

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali